Senin, 31 Oktober 2016

VISI, MISI DAN SOP (Standard Operating Procedure)

Visi dan Misi Perusahaan Helm PT. Sportsku

Visi:
Menjadi Perusahaan Helm Berkualitas dan Berdaya Saing di Indonesia.

Misi:
1.    Memproduksi dan menjaga kualitas produk guna memenuhi kebutuhan akan alat proteksi pengendara bermotor dengan harga yang terjangkau.
2.  Memberikan perlindungan maksimal bagi pemakainya dan mengurangi tingkat cidera kepala yang fatal akibat benturan dalam kecelakaan lalu-lintas yang melibatkan sepeda motor. 
3.    Menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Standard Operating Procedure (SOP)

A.    Jenis Perusahaaan     : Helm
B.     Nama perusahaan     : PT. SportsKu
C.     Rincian SOP disetiap divisi  PT. Sportsku:

1.      Divisi Development
Bertanggung jawab kepada Manager.
Tugas pokok:
1.1  Bertanggung jawab untuk mengawasi jalannya produksi perusahaan.
1.2  Bertanggung jawab melakukan riset teknologi, dan kerja sama pengembangan penelitian dengan produsen helm di Eropa & Amerika dalam melahirkan desain produk helm yang kontemporer, dari aspek teknologi, estetika, maupun keamanan dan kenyamanan.
1.3  Bertanggung jawab dalam hasil produksi melalui tahap quality control yang tinggi dan sistematis dimulai dari hasil pembuatan shell hingga proses akhir assembling. In-house full laboratorium dengan standar internasional menguji produk-produk kami secara berkala ketahanan bahan dasar shell, uji EPS maupun pengujian produk final sesuai dengan norma standar di dunia.

2.      Divisi Marketing
Bertanggung jawab kepada manager.
Tugas pokok:
2.1 Melaksanakan rencana pemasaran dan membuat anggaran pemasaran.
2.2 Bersama dengan manager menentukan strategi, kebijakan, dan pengendalian atas aktivitas pemasaran.
2.3 Mengembangkan hasil produksi melalui perluasan pasar dan kegiatan promosi.
2.4 Melakukan studi pasar dan mengawasi perubahan kondisi pasar.
a.       Bagian Penjualan
1. Membuat order penjualan berdasarkan pesanan pelanggan dan melengkapi data data pesanan yang diterima.
2. Memeriksa kebenaran surat pengiriman barang dengan order penjualan.
b.      Bagian Gudang Barang Jadi
1. Melaporkan jumlah persediaan yang ada dan mengatur sistem penyimpanan yang baik.
2. Menyetujui setiap penerimaan dan pengeluaran persediaan barang jadi sesuai dengan bukti yang ada.
3. Bertanggung jawab atas keamanan dan penyimpanan barang jadi.

3.      Divisi Produksi
Bertanggung jawab kepada manager.
Tugas pokok:
3.1 Mengatur penggunaan bahan baku dalam proses produksi sehingga dapat dicapai tingkat efisiensi yang optimal.
3.2 Membuat rencana produksi dan mengawasi jalannya proses produksi agar dapat berjalan dengan lancar.
3.3 Menjaga kualitas dan kuantitas barang yang dihasilkan sesuai dengan yang direncanakan.

4.      Divisi  Keuangan
Bertanggung jawab penuh kepada manager.
Tugas pokok:
4.1 Membandingkan dan memeriksa antara anggaran dengan realisasi dan menganalisisnya.
4.2 Meneliti dan memeriksa laporan keuangan dan bukti-bukti pengeluaran.
4.3 Bertanggung jawab dalam arus keuangan dan pembukuan.

5.      Divisi  HRD
Bertanggung jawab penuh kepada manager.
Tugas pokok:
5.1 Membantu mengawasi masalah-masalah yang timbul di dalam perusahaan yang dapat mengganggu keamanan dan ketenangan aktivitas perusahaan.
5.2 Bertanggung jawab dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan.
5.3 Menyediakan tenaga kerja yang berkualitas yang dibutuhkan oleh setiap bagian dalam perusahaan.
5.4 Memberikan pelatihan kepada para karyawan untuk dapat meningkatkan kualitas pekerjaannya.

Nama Kelompok:
- Bunga Anugrah Gusti (12514246)
- Anisa Windra Septiva (11514407)
- Dhani Rahmad Riyadi (12514908)
- Dwi Rahmawati (13514316)

Kelas: 3PA07

VISI, MISI DAN SOP (Standard Operating Procedure)

Visi dan Misi Perusahaan Helm PT. Sportsku

Visi:
Menjadi Perusahaan Helm Berkualitas dan Berdaya Saing di Indonesia.

Misi:
1. Memproduksi dan menjaga kualitas produk guna memenuhi kebutuhan akan alat proteksi pengendara bermotor dengan harga yang terjangkau.
2. Memberikan perlindungan maksimal bagi pemakainya dan mengurangi tingkat cidera kepala yang fatal akibat benturan dalam kecelakaan lalu-lintas yang melibatkan sepeda motor. 
3. Menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Standard Operating Procedure (SOP)

A.    Jenis Perusahaaan     : Helm
B.     Nama perusahaan     : PT. SportsKu
C.     Rincian SOP disetiap divisi  PT. Sportsku:

1.      Divisi Development
Bertanggung jawab kepada Manager.
Tugas pokok:
1.1  Bertanggung jawab untuk mengawasi jalannya produksi perusahaan.
1.2  Bertanggung jawab melakukan riset teknologi, dan kerja sama pengembangan penelitian dengan produsen helm di Eropa & Amerika dalam melahirkan desain produk helm yang kontemporer, dari aspek teknologi, estetika, maupun keamanan dan kenyamanan.
1.3  Bertanggung jawab dalam hasil produksi melalui tahap quality control yang tinggi dan sistematis dimulai dari hasil pembuatan shell hingga proses akhir assembling. In-house full laboratorium dengan standar internasional menguji produk-produk kami secara berkala ketahanan bahan dasar shell, uji EPS maupun pengujian produk final sesuai dengan norma standar di dunia.

2.      Divisi Marketing
Bertanggung jawab kepada manager.
Tugas pokok:
2.1 Melaksanakan rencana pemasaran dan membuat anggaran pemasaran.
2.2 Bersama dengan manager menentukan strategi, kebijakan, dan pengendalian atas aktivitas pemasaran.
2.3 Mengembangkan hasil produksi melalui perluasan pasar dan kegiatan promosi.
2.4 Melakukan studi pasar dan mengawasi perubahan kondisi pasar.
a.       Bagian Penjualan
1.      Membuat order penjualan berdasarkan pesanan pelanggan dan melengkapi data–data pesanan yang diterima.
2.      Memeriksa kebenaran surat pengiriman barang dengan order penjualan.
b.      Bagian Gudang Barang Jadi
1.      Melaporkan jumlah persediaan yang ada dan mengatur sistem penyimpanan yang baik.
2.      Menyetujui setiap penerimaan dan pengeluaran persediaan barang jadi sesuai dengan bukti yang ada.
3.      Bertanggung jawab atas keamanan dan penyimpanan barang jadi.

3.      Divisi Produksi
Bertanggung jawab kepada manager.
Tugas pokok:
3.1 Mengatur penggunaan bahan baku dalam proses produksi sehingga dapat dicapai tingkat efisiensi yang optimal.
3.2 Membuat rencana produksi dan mengawasi jalannya proses produksi agar dapat berjalan dengan lancar.
3.3 Menjaga kualitas dan kuantitas barang yang dihasilkan sesuai dengan yang direncanakan.

4.      Divisi  Keuangan
Bertanggung jawab penuh kepada manager.
Tugas pokok:
4.1 Membandingkan dan memeriksa antara anggaran dengan realisasi dan menganalisisnya.
4.2 Meneliti dan memeriksa laporan keuangan dan bukti-bukti pengeluaran.
4.3 Bertanggung jawab dalam arus keuangan dan pembukuan.

5.      Divisi  HRD
Bertanggung jawab penuh kepada manager.
Tugas pokok:
5.1 Membantu mengawasi masalah-masalah yang timbul di dalam perusahaan yang dapat mengganggu keamanan dan ketenangan aktivitas perusahaan.
5.2 Bertanggung jawab dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan.
5.3 Menyediakan tenaga kerja yang berkualitas yang dibutuhkan oleh setiap bagian dalam perusahaan.
5.4 Memberikan pelatihan kepada para karyawan untuk dapat meningkatkan kualitas pekerjaannya.

Nama Kelompok:
- Bunga Anugrah Gusti (12514246)
- Anisa Windra Septiva (11514407)
- Dhani Rahmad Riyadi (12514908)
- Dwi Rahmawati (13514316)

Kelas: 3PA07

Minggu, 12 Juni 2016

I Lost Control (Bipolar Disorder)

Bunga Anugrah Gusti
12514246
2PA07
Kesehatan Mental #

Apa Itu Gangguan Bipolar?
Pengidap bipolar bisa mendadak sedih, lalu gembira, dan bahkan membuat keputusan tanpa berpikir panjang, lanjut Tun. Akan tetapi, Tun mengingatkan agar masyarakat tak sembarang menuduh seseorang mengidap bipolar hanya karena mood-nya sering berubah secara mendadak.
Gangguan bipolar (bipolar disorder) adalah gangguan pada perasaan seseorang akibat masalah di otak, ditandai dengan perpindahan (swing) mood, pikiran, dan perubahan perilaku. Penderita mengalami perubahan mood yang dramatis, dari episode manic dan episode depresi selama periode waktu tertentu. Episode manic ditandai dengan kondisi mood yang sangat meningkat (hipertimik) atau irritable (mudah marah dan tersinggung), episode depresi ditandai dengan mood yang sangat menurun (hipotimik). Di antara kedua episode mood tersebut terdapat masa mood yang normal (eutimik). Istilah bipolar merujuk pada kondisi pasien yang mengalami perpindahan mood antara dua kutub atau spektrum emosi yang berlawanan tersebut.
Awam sering menyebutnya ketidakstabilan mood, tetapi gejala ini baru dapat disebut gangguan bila telah memenuhi kriteria waktu tertentu, seperti untuk episode manic, dibutuhkan kondisi mood hipertimik dalam rentang waktu minimal seminggu atau bahkan kurang dari seminggu. Untuk episode depresi, dibutuhkan waktu minimal 2 minggu terus-menerus berada dalam kondisi mood hipotimik. Bisa dipastikan disebut gangguan, bila fungsi pekerjaan atau kehidupan sosialnya terganggu. Saat terjadi gangguan, terkadang pasien perlu dirawat di rumah sakit.

Tema   : Perilaku bipolar
Tujuan : Agar kita bisa lebih memahami bagaimana perilaku bipolar. 
Konsep: Kami membuat video tentang perilaku bipolar. Dalam video ini kami menunjukkan kegiatan seseorang yang mengalami bipolar. Video ini diperankan oleh seorang wanita yang bernama Iren berusia 20 tahun yang  sedang asik membaca buku dan tiba-tiba ia mendapat pesan yang berisi putus hubungan dari kekasihnya, ia pun menjadi sedih, kesal, dan marah yang berlebihan dan merusak barang-barang disekitarya. Lalu ia meminum obat yang membuat ia tenang dan tidur. Keesokan hari nya di pagi hari ia terbangun dengan keadaan yang senang dan bersemangat, namun tiba-tiba ia mencari handphone nya dan tidak ketemu, ia sangat kesal dan marah. Ia terus mencari dan merusak barang-barang dilemari, tempat tidur, dan lain-lain hanya untuk mencari handphone nya. Setelah ia menemukan handphone nya kemudian ia merapikan semua barang-barang yang sudah ia rusak tadi.


Nama Kelompok:
- Bunga Anugrah Gusti
- Erlita Permata Sari
- Erna Usman
- Fatma Aliasari
- Intan Yuliawati
- Nadira Raycha
- Nur Andyni
- Syarah Mardiyanti


Daftar Pustaka

Jumat, 01 April 2016

Teori Kepribadian Sehat

A. Kepribadian Sehat Berdasarkan Aliran Psikoanalisis

Psikoanalisis merupakan suatu bentuk model kepribadian. Teori ini sendriri pertama kali diperkenalkan oleh Sigmun Freud (1856-1938). Freud pada awalnya memang mengembangkan teorinya tengtang struktur kepribadian dan sebab-sebab gangguan jiwa dan dengan konsep teorinya yaitu perilaku dan pikiran dengan mengatakan bahwa kebanyakan apa yang kita lakukan dan pikirkan hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari pemunculan dalam perilaku dan pikiran. menurut teori psikoanalisa, inti dari keinginan dorongan ini adalah bahwa mereka bersembunyi dari kesadaran individual.
Dan apabila dorongan – dorongan ini tidak dapat disalurkan, dapat menyebabkan gangguan kepribadian dan juga memggangu kesehatan mental yang disebut psikoneurosis.
Dengan kata lain, mereka tidak disadari. Ini adalah ekspresi dari dorongan tidak sadar yang muncul dalam perilaku dan pikiran. Istilah “motivasi yang tidak disadari” / (unconscious motivation) menguraikan ide kunci dari psikoanalisa. Psikoanalisis mempunyai metode untuk membongkar gangguan – gangguan yang terdapat dalam ketidaksadaran ini, antara lain dengan metode analisis mimpi dan metode asosiasi bebas.
Teori psikologi Freud didasari pada keyakinan bahwa dalam diri manusia terdapat suatu energi psikis yang sangat dinamis. Energi psikis inilah yang mendorong individu untuk bertingkah laku. Menurut psikoanalisis, energi psikis itu berasumsi pada fungsi psikis yang berbeda yaitu: Id, Ego dan Super Ego.
– Id merupakan bagian palung primitif dalam kepribadian, dan dari sinilah nanti ego dan Super Ego berkembang. Dorongan dalam Id selalu ingin dipuaskan dan menghindari yang tidak menyenangkan.
– Ego merupakan bagian “eksekutif” dari kepribadian, ia berfungsi secara rasional berdasakan prinsip kenyataan. Berusaha memenuhi kebutuhan Id secara realistis,yaitu dimana Ego berfungsi untuk menyaring dorongan-dorongan yang ingin dipuaskan oleh Id berdasarkan kenyataan.
– Super Ego merupakan gambaran internalisasi nilai moral masyarakat yang diajarkan orang tua dan lingkungan seseorang. Pada dasarnya Super Ego merupakan hati nurani seseorang dimana berfungsi sebagai penilai apakah sesuatu itu benar atau salah. Karena itu Super Ego berorientasi pada kesempurnaan.
Freud mengumpamakan pikiran manusia sebagai fenomena gunung es. Bagian kecil yang tampak diatas permukaan air menggambarkan pengalaman sadar, bagian yang jauh lebih besar di bawah permukaan air yang menggambarkan ketidaksadaran aeperti impuls, ingatan. Nafsu dan hal lain yang mempengaruhi pikiran dan perilaku.
Meskipun masing-masing bagian dari kepribadian total ini mempunyai fungsi,sifat,komponen,prinsip kerja,dinamisme,dan mekanismenya sendiri,namun mereka berinteraksi begitu erat satu sama lain sehingga sulit(tidak mungkin)untuk memisah-misahkan pengaruhnya dan menilai sumbangan relatifnya terhadap tingkah laku manusia.Tingkah laku hampir selalu merupakan produk dari interaksi diantara ketiga sistem tersebut,jarang salah satu sistem berjalan terlepas dari kedua sistem lainnya.
Kepribadian yang sehat menurut psikoanalisis:
1. Menurut freud kepribadian yang sehat yaitu jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah.
2. Kemampuan dalam mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan belajar
3. Mental yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego
4. Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya
5. Dapat menyesuaikan keadaan ddengan berbagai dorongan dan keinginan

B. Kepribadian Sehat Menurut Aliran Behavioristik

Behaviorisme juga disebut psikologi S – R (stimulus dan respon). Behaviorisme menolak bahwa pikiran merupakan subjek psikologi dan bersikeras bahwa psokologi memiliki batas pada studi tentang perilaku dari kegiatan-kegiatan manusia dan binatang yang dapat diamati. Teori Behaviorisme sendiri pertama kali diperkenalkan oleh John B. Watson (1879-1958)

Aliran behaviorisme mempunyai 3 ciri penting.
1.      Menekankan pada respon-respon yang dikondisikan sebagai elemen dari perilaku
2.      Menekankan pada perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak dipelajari. Behaviorisme menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat bawaan.
3.      Memfokuskan pada perilaku binatang. Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara perilaku manusia dan perilaku binatang. Kita dapat belajar banyak tentang perilaku kita sendiri dari studi tentang apa yang dilakukan binatang.

Menurut penganut aliran ini perilaku selalu dimulai dengan adanya rangsangan yaitu berupa stimulus dan diikuti oleh suatu reaksi beupa respons terhadap rangsangan itu. Salah satu penganut watson yang sangat besar masukannya untuk perkembangan behaviorisme adalah B.F. Skinner. Aliran ini memandang manusia seperti mesin yang dapat dikendalikan perilakunya lewat suatu pengkondisian. Ini menganggap manusia yang meberikan respon positif yang berasal dari luar. Dalam aliran ini manusia di anggap tidak memiliki sikap diri sendiri.
Jadi menurut Behaviorisme manusia dianggap memberikan respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar. Kepribadian manusia sebagai suatu sistem yang bertingkah laku menurut cara yang sesuai peraturannya dan menganggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.

Kepribadian yang sehat menurut behavioristik:
1. Memberikan respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya
2. Bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman
3. Sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan sendiri.
4. Menekankan pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang obyektif

C. Kepribadian Sehat Menurut Aliran Humanistik

Aliran ini berkembang pada tahun 1950. Humanistik merasa tidak puas dengan behaviori maupun dengan aliran psikoanalisis. Aliran humanistik ini mengarahkan perhatiannya pada humanisasi yang menekankan keunikan manusia. Psikologi Humanistik manusia adalah makhluk kreatif,yang di kendalikan oleh nilai-nilai dan pada pilihan-pilihan sendiri bukan pada kekuatan-kekuatan ketidaksadaran.

Kepribadian yang sehat menurut humanistik, perilaku yang mengarah pada aktualisasi diri:
1) Menjalani hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi sepenuhnya.
2) Mencoba hal-hal baru ketimbang bertahan pada cara-cara yang aman dan tidak berbahaya.
3) Lebih memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman ketimbang suara tradisi, otoritas,  atau mayoritas.
4) Jujur ; menghindari kepura-puraan dalam “bersandiwara”.
5) Siap menjadi orang yang tidak popular bila mempunyai pandangan sebagian besar orang.
6) Memikul tanggung jawab.
7) Bekerja keras untuk apa saja yang ingin dilakukan.
8) Mencoba mengidentifikasi pertahanan diri dan memiliki keberanian untuk menghentikannya.

D. Pendapat Allport

Secara umum teori Allport memberi definisi yang positif terhadap manusia.
“Kepribadian manusia menurut Allport adalah organisasi yang dinamis dari system psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya”
Dalam teori Allport juga memandang bahwa kesehatan psikologis adalah melihat ke depan, tidak melihat ke belakang, dapat dikatakan bahwa seluruh teori yang dikemukakan oleh Allport ini sangat bertentangan dengan teori-teori yang dikemukakan oleh Freud.

Ciri-Ciri Kepribadian yang Matang Menurut Allport :
Menurut Allport, faktor utama tingkah lalu orang dewasa yang matang adalah sifat-sifat yang terorganisir dan selaras yang mendorong dan membimbing tingkah laku menurut prinsip otonomi fungsional.
Kualitas Kepribadian yang matang menurut allport sebagai berikut:
      1. Ekstensi sense of self
· Kemampuan berpartisipasi dan menikmati kegiatan dalam jangkauan yang luas.
· Kemampuan diri dan minat-minatnya dengan orang lain beserta minat mereka.
· Kemampuan merencanakan masa depan (harapan dan rencana).

2. Hubungan hangat/akrab dengan orang lain
Kapasitas intimacy (hubungan kasih dengan keluarga dan teman) dan compassion (pengungkapan hubungan yang penuh hormat dan menghargai dengan setiap orang).

3. Penerimaan diri
Kemampuan untuk mengatasi reaksi berlebih hal-hal yang menyinggung dorongan khusus (misal: mengolah dorongan seks) dan menghadapi rasa frustasi, kontrol diri, presan proporsional.

4. Pandangan-pandangan realistis, keahlian dan penugasan
Kemampuan memandang orang lain, objek, dan situasi. Kapasitas dan minat dalam penyelesaian masalah, memiliki keahlian dalam penyelesain tugas yang dipilih, mengatasi pelbagai persoalan tanpa panik, mengasihani diri, atau tingkah laku lain yang merusak.

5. Objektifikasi diri: insight dan humor
Kemampuan diri untuk objektif dan memahami tentang diri dan orang lain. Humor tidak sekedar menikmati dan tertawa tapi juga mampu menghubungkan secara positif pada saat yang sama pada keganjilan dan absurditas diri dan orang lain.

6. Filsafat Hidup
Ada latar belakang yang mendasari semua yang dikerjakannya yang memberikan tujuan dan arti. Contohnya lewat agama.
Untuk memahami orang dewasa kita membutuhkan gambaran tujuan dan aspirasinya. Tidak semua orang dewasa memiliki kedewasaan yang matang. Bisa saja seseorang melakukan sesuatu hal tanpa tahu apa yang ia lakukan.
Peranan Positif Regards
Dalam hidupnya, manusia selalu mempunyai perasaan dan kebutuhan untuk dicintai, disukai dan diterima oleh orang lain.dan oleh karena itu self akan berkembang secara utuh-keseluruhan, menyentuh semua bagian-bagian jika tercapai.

Ciri Orang yang Berfungsi Sepenuhnya:

      1) Keterbukaan terhadap pengalaman (openness to experience)
Adalah salah satu dari lima wilayah utama kepribadian yang ditemukan oleh para psikolog. Keterbukaan aktif melibatkan imajinasi, estetika sensitivitas, perhatian terhadap perasaan batin, preferensi untuk berbagai, dan keingintahuan intelektual. Sebagian besar psikometrik penelitian telah menunjukkan bahwa kualitas ini secara statistik berkorelasi.

      2) Hidup menjadi (existential living)
Sebagian didasarkan pada eksistensial keyakinan bahwa manusia sendirian di dunia.

3) Keyakinan organismik (organismic trusting)
Mempercayai seseorang pikiran dan perasaan sebagai akurat. Lakukan apa yang datang secara alami.

4) Pengalaman kebebasan (experiental freedom)
Untuk mengakui kebebasan seseorang dan bertanggung jawab atas tindakan sendiri.

5) Kreativitas (creativity)
Full partisipasi di dunia, termasuk memberikan kontribusi bagi kehidupan orang lain

Perkembangan Kepribadian

Allport melihat bahwa anak yang baru lahir sebagai seorang ciptaan keturunan, hanya memiliki dorongan primitif, dan tingkah laku reflek ,tidak memiliki kepribadian tapi memiliki potensi yang akan terpenuhi atau terbentuk pada saat pertumbahan dan pematangannya. Dalam Perkembangan Proprium Allport membagi dalam beberapa tahap sebagai berikut:
1) 0-3 tahun :
Pembanguanan keadaran diri : sense of bodily self (enak tidak enak), perasaan identitas diri berkelanjutan kesadaran sebagai subjek yang berkembang. Dalam hal ini bahasa menjadi faktor yang penting.

2) 4-6 tahun:
Perluasan diri dan gambaran diri. Dalam perluasan diri, perasaan keterhubungan dengan orang-orang dan hal-hal yang penting dalam lingkungannya. Relasi anak dan lingkungan tempat dia tumbuh terhubung sangat penting.

3) 6-12 tahun:
Kesadaran diri. Pengenalan kemampunan diri mengatasi persoalan-persoalan dengan alasan dan gagasan karena anak bergerak dari lingkungan keluarga ke masyarakat.

4) Remaja
Propriate striving, pembanguanan tujuan dan rencana ke depan: intensi-intensi, long-range purposes,distant goals.Persoalan utama berkaitan dengan identitas, ”apakah saya seorang anak atau dewasa.

5) Kedewasaan
Menurut Allport, faktor utama tingkah lalu orang dewasa yang matang adalah sifat-sifat yang terorganisir dan selaras yang mendorong dan membimbing tingkahlaku menurut prinsip otonomi fungsional.

Beberapa catatan mengenai Teori Allport
Kekurangan Allport pada persamaan formal sehingga tidak memadai untuk banyak penelitian, gagal menunjukkan konsep pokok yaitu fungsi otonomi, mengasumsikan adanya diskontinuitas antara hewan-manusia, masa kanak-kanak dan dewasa, normal dan abnormal,menekankan keunikan kepribadian, memberikan perhatian yang terlalu sedikit pada pengaruh sosial, dan faktor situasioanal, serta menggambarkan manusia pada gambaran terlalu positif.

E. Pendapat Rogers

Pendapat Rogers : memahami dan menjelaskan teori kepribadian sehat menurut Rogers, yang meliputi:

1. Perkembangan kepribadian atau “self” Menurut Rogers, pribadi yang sehat muncul dari aktualisasi diri seseorang dalam kehidupannya. Pengalaman - pengalaman yang telah terjadi memotivasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih sehat dari sebelumnya. Perkembangan aktualisasis diri berubah sejalan dengan semakin bertambahnya umur sebagai akibat dari perkembangan biologik dan belajar. Konsep self menggambarkan konsepsi mengenai dirinya sendiri, ciri-ciri yang dianggapnya menjadi bagian dari dirinya.

2. Peranan positive regard dalam pembentukan kepribadian individu Kebutuhan tersebut disebut “need for positive regard” Kebutuhan tersebut dibagi menjadi dua, yaitu :
A. Conditional Positive Regard (Bersyarat),
B. Unconditional Positive Regard (Tak Bersyarat).

Contohnya: seorang atlet cilik yang ingin selalu diperhatikan oleh orangtunya dan pelatihnya dan selalu ingin dipuji akan prestasinya yang selama ini ia gapai. 3. Ciri-ciri orang yang berfungsi sepenuhnya Pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami pengharagaan positif tak bersyarat. Karena ini penting, dihargai, diterima, disayangi, dicintai sebagai seseorang yang berarti tentu akan menerima dengan penuh kepercayaan.

F. Pendapat Maslow

"Individu sebagai Kesatuan Terpadu" begitulah menurut Abraham Maslow
Sebelum menguraikan teori tentang Hirarki Kebutuhan, Maslow dalam karya masyhurnya, Motivation and Personality, memaparkan terlebih dahulu sejumlah proposisi yang harus diperhatikan sebelum seseorang menyusun sebuah teori motivasi yang sehat. Maslow pertama-tama menekankan bahwa individu merupakan kesatuan yang terpadu dan terorganisasi. Pernyataan ini hampir menjadi aksioma yang diterima oleh semua orang, yang kemudian sering dilupakan dan diabaikan tatkala seseorang melakukan penelitian. Penting sekali untuk selalu disadarkan kembali hal ini sebelum seseorang melakukan eksperimen atau menyusun suatu teori motivasi yang sehat

Hirarki Kebutuhan

Maslow mengembangkan teori tentang bagaimana semua motivasi saling berkaitan. Ia menyebut teorinya sebagai “hirarki kebutuhan”. Kebutuhan ini mempunyai tingkat yang berbeda-beda. Ketika satu tingkat kebutuhan terpenuhi atau mendominasi, orang tidak lagi mendapat motivasi dari kebutuhan tersebut. Selanjutnya orang akan berusaha memenuhi kebutuhan tingkat berikutnya.

Maslow membagi tingkat kebutuhan manusia menjadi sebagai berikut:

1. Kebutuhan fisiologis: Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan manusia yang paling mendasar untuk mempertahankan hidupnya secara fisik, yaitu kebutuhan akan makanan, minuman, tempat tinggal, seks, tidur, istirahat, dan udara. Seseorang yang mengalami kekurangan makanan, harga diri, dan cinta, pertama-tama akan mencari makanan terlebih dahulu. Bagi orang yang berada dalam keadaan lapar berat dan membahayakan, tak ada minat lain kecuali makanan. Bagi masyarakat sejahtera jenis-jenis kebutuhan ini umumnya telah terpenuhi. Ketika kebutuhan dasar ini terpuaskan, dengan segera kebutuhan-kebutuhan lain (yang lebih tinggi tingkatnya) akan muncul dan mendominasi perilaku manusia.
kebutuhan yang dasariah, misalnya rasa lapar, haus, tempat berteduh, seks, tidur, oksigen, dan kebutuhan jasmani lainnya.

2. Kebutuhan akan rasa aman: Segera setelah kebutuhan dasariah terpuaskan, muncullah apa yang digambarkan Maslow sebagai kebutuhan akan rasa aman atau keselamatan. Kebutuhan ini menampilkan diri dalam kategori kebutuhan akan kemantapan, perlindungan, kebebasan dari rasa takut, cemas dan kekalutan; kebutuhan akan struktur, ketertiban, hukum, batas-batas, dan sebagainya. mencakup antara lain keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional.

3. Kebutuhan sosial: Setelah terpuaskan kebutuhan akan rasa aman, maka kebutuhan sosial yang mencakup kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki, saling percaya, cinta, dan kasih sayang akan menjadi motivator penting bagi perilaku. Pada tingkat kebutuhan ini, dan belum pernah sebelumnya, orang akan sangat merasakan tiadanya sahabat, kekasih, isteri, suami, atau anak-anak. Ia haus akan relasi yang penuh arti dan penuh kasih dengan orang lain pada umumnya. Ia membutuhkan terutama tempat (peranan) di tengah kelompok atau lingkungannya, dan akan berusaha keras untuk mencapai dan mempertahankannya. mencakup kebutuhan akan rasa memiliki dan dimiliki, kasih sayang, diterima-baik, dan persahabatan.

4. Kebutuhan akan penghargaan: Menurut Maslow, semua orang dalam masyarakat (kecuali beberapa kasus yang patologis) mempunyai kebutuhan atau menginginkan penilaian terhadap dirinya yang mantap, mempunyai dasar yang kuat, dan biasanya bermutu tinggi, akan rasa hormat diri atau harga diri. Karenanya, Maslow membedakan kebutuhan ini menjadi kebutuhan akan penghargaan secara internal dan eksternal.
Yang pertama (internal) mencakup kebutuhan akan harga diri, kepercayaan diri, kompetensi, penguasaan, kecukupan, prestasi, ketidaktergantungan, dan kebebasan (kemerdekaan). Yang kedua (eksternal) menyangkut penghargaan dari orang lain, prestise, pengakuan, penerimaan, ketenaran, martabat, perhatian, kedudukan, apresiasi atau nama baik. Orang yang memiliki cukup harga diri akan lebih percaya diri. Dengan demikian ia akan lebih berpotensi dan produktif. mencakup faktor penghormatan internal seperti harga diri, otonomi, dan prestasi; serta faktor eksternal seperti status, pengakuan, dan perhatian.

5. Kebutuhan akan aktualisasi diri: mencakup hasrat untuk makin menjadi diri sepenuh kemampuannya sendiri, menjadi apa saja menurut kemampuannya.
Maslow menyebut teori Hirarki Kebutuhan-nya sendiri sebagai sintesis atau perpaduan teori yang holistik dinamis. Disebut demikian karena Maslow mendasarkan teorinya dengan mengikuti tradisi fungsional James dan Dewey, yang dipadu dengan unsur-unsur kepercayaan Wertheimer, Goldstein, dan psikologi Gestalt, dan dengan dinamisme Freud, Fromm, Horney, Reich, Jung, dan Adler.

G. Pendapat Fromm

Teori Eric Fromm adalah teori yang menggunakan pendekatan sosial psikologis dimana pemusatan perhatianya pada penguraian cara-cara dimana struktur dan dinamika-dinamika masyarakat tertentu membentuk para anggotanya sehingga karakter para anggota tersebut sesuai dengan nilai yang ada pada masyarakat.

Kebutuhan dasar manusia menurut Eric Fromm:
a. Kebutuhan akan keberhubungan kebutuhan ini adalah secara spesifik aktif dan produktif mencintai orang lain
b. Kebutuhan akan trandensi mengungguli alam menjadi mahluk yang kreatif
c. Kebutuhan akan kemantapan ingin meiliki rasa bersahaja pada dunia dan orang lain supaya dapat beradaptasi di dunia
d. Kebutuhan akan idenditas brusaha untuk memiliki rasa idenditas personal dan keunikan guna menciptakan rasa yang terlepas dari dunia 
e. Kebutuhan akan kerangka orientasi untukmencptakan rasa yang terlepas dari dunia

Hal kebutuhan tersebut adalah sifat alamiah dari manusia menurut Fromm dan ini berubah saat evolusi namun manivestasi dari kebutuhan ini adalah akan memunculkan potensi-potensi batiniah di tentukan oleh aturan-aturan sosial di mana ia hidup dan kepribadian seseorang berkembang menurut kesempatan-kesempatan yang di berikan kepadanya oleh masyarakat tertentu.
Sehingga kepribadian sehat menurut Eric Fromm adalah penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat merupakan kompromi antara kebutuhan-kebutuahn batin dan tuntutan dari luar dan seseorang menerapkan kerakter sosial untuk memenuhi harapan masyarakat kepribadian sehat juga adanya keinginan untuk mencintai dan di cintai dalam bukunya Art Of Love Erik Fromm mengutarakan :

Dalam Civilization and Its Discontents (1930), seperti dikutip oleh Eric Fromm dalam Masyarakat yang Sehat (Terjemahan Thomas Bambang Murtianto, 1995) ia menulis:
"Manusia, setelah menemukan lewat pengalamannya bahwa cinta seksual (genital) memberinya kepuasan puncak, maka makna cinta seksual-genital menjadi prototipe bagi semua bentuk kebahagiaan manusia. Karenanya manusia terdorong mencari kebahagiaan yang ada kaitannya dengan hubungan seks, menempatkan erotisme genital sebagai titik pusat kehidupannya. Dengan melakukan itu manusia menjadi sangat tergantung pada dunia luar, pada obyek cinta pilihannya, atau sungguh merasa kehilangan bila ditinggal mati atau ditinggal kabur."

Di mata Fromm, Freud memostulatkan, orang yang mencinta mengalami dirinya terlanda oleh dambaan dan rasa kekurangan, sehingga harga dirinya direndahkan. Sebaliknya, orang yang dicinta, karena dibalas cintanya dan memiliki obyek cinta, harga dirinya naik. Mencinta membuat Anda lemah. Yang membuat Anda bahagia ialah bila Anda dicinta. 








Sumber :
https://edywarsanpunya.wordpress.com/tentang-aku/teori-kepribadian-sehat/
Sarwono, Sarlito W. (2010). Pengantar psikologi umum. Jakarta:Rajawali Pers.
Schultz, Duane. (2011). psikologi pertumbuhan:model-model kepribadian sehat.Yogyakarta:Kanisius
Puspitawati, I. Dwi Riyanti, Hendro Prabowo.(1996). Seri Diktat Kuliah Psikologi Umum I. Jakarta. Gunadarma.
Riyanti, Dwi B.P., Prabowo, Hendro. (1998). Seri diktat kuliah psikologi umum 2. Depok: Universitas Gunadarma.