A. Kepribadian Sehat Berdasarkan Aliran Psikoanalisis
Psikoanalisis merupakan suatu bentuk model kepribadian.
Teori ini sendriri pertama kali diperkenalkan oleh Sigmun Freud (1856-1938).
Freud pada awalnya memang mengembangkan teorinya tengtang struktur kepribadian
dan sebab-sebab gangguan jiwa dan dengan konsep teorinya yaitu perilaku dan
pikiran dengan mengatakan bahwa kebanyakan apa yang kita lakukan dan pikirkan
hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari pemunculan dalam perilaku dan
pikiran. menurut teori psikoanalisa, inti dari keinginan dorongan ini adalah
bahwa mereka bersembunyi dari kesadaran individual.
Dan apabila dorongan – dorongan ini tidak dapat disalurkan,
dapat menyebabkan gangguan kepribadian dan juga memggangu kesehatan mental yang
disebut psikoneurosis.
Dengan kata lain, mereka tidak disadari. Ini adalah ekspresi dari dorongan
tidak sadar yang muncul dalam perilaku dan pikiran. Istilah “motivasi yang
tidak disadari” / (unconscious motivation) menguraikan ide kunci dari
psikoanalisa. Psikoanalisis mempunyai metode untuk membongkar gangguan –
gangguan yang terdapat dalam ketidaksadaran ini, antara lain dengan metode
analisis mimpi dan metode asosiasi bebas.
Teori psikologi Freud didasari pada keyakinan bahwa dalam
diri manusia terdapat suatu energi psikis yang sangat dinamis. Energi psikis
inilah yang mendorong individu untuk bertingkah laku. Menurut psikoanalisis,
energi psikis itu berasumsi pada fungsi psikis yang berbeda yaitu: Id, Ego dan
Super Ego.
– Id merupakan bagian palung primitif dalam kepribadian,
dan dari sinilah nanti ego dan Super Ego berkembang. Dorongan dalam Id selalu
ingin dipuaskan dan menghindari yang tidak menyenangkan.
– Ego merupakan bagian “eksekutif” dari kepribadian, ia
berfungsi secara rasional berdasakan prinsip kenyataan. Berusaha memenuhi
kebutuhan Id secara realistis,yaitu dimana Ego berfungsi untuk menyaring
dorongan-dorongan yang ingin dipuaskan oleh Id berdasarkan kenyataan.
– Super Ego merupakan gambaran internalisasi nilai moral
masyarakat yang diajarkan orang tua dan lingkungan seseorang. Pada dasarnya
Super Ego merupakan hati nurani seseorang dimana berfungsi sebagai penilai
apakah sesuatu itu benar atau salah. Karena itu Super Ego berorientasi pada
kesempurnaan.
Freud mengumpamakan pikiran manusia sebagai fenomena gunung
es. Bagian kecil yang tampak diatas permukaan air menggambarkan pengalaman
sadar, bagian yang jauh lebih besar di bawah permukaan air yang menggambarkan
ketidaksadaran aeperti impuls, ingatan. Nafsu dan hal lain yang mempengaruhi
pikiran dan perilaku.
Meskipun masing-masing bagian dari kepribadian total ini
mempunyai fungsi,sifat,komponen,prinsip kerja,dinamisme,dan mekanismenya
sendiri,namun mereka berinteraksi begitu erat satu sama lain sehingga
sulit(tidak mungkin)untuk memisah-misahkan pengaruhnya dan menilai sumbangan
relatifnya terhadap tingkah laku manusia.Tingkah laku hampir selalu merupakan
produk dari interaksi diantara ketiga sistem tersebut,jarang salah satu sistem
berjalan terlepas dari kedua sistem lainnya.
Kepribadian yang sehat menurut psikoanalisis:
1. Menurut freud kepribadian yang sehat yaitu jika individu
bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah.
2. Kemampuan dalam mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan
belajar
3. Mental yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari
superego terhadap id dan ego
4. Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya
5. Dapat menyesuaikan keadaan ddengan berbagai dorongan dan
keinginan
B. Kepribadian Sehat Menurut Aliran Behavioristik
Behaviorisme juga disebut psikologi S – R (stimulus dan
respon). Behaviorisme menolak bahwa pikiran merupakan subjek psikologi dan
bersikeras bahwa psokologi memiliki batas pada studi tentang perilaku dari
kegiatan-kegiatan manusia dan binatang yang dapat diamati. Teori Behaviorisme
sendiri pertama kali diperkenalkan oleh John B. Watson (1879-1958)
Aliran behaviorisme mempunyai 3 ciri penting.
1.
Menekankan pada
respon-respon yang dikondisikan sebagai elemen dari perilaku
2.
Menekankan pada
perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak dipelajari. Behaviorisme
menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat bawaan.
3.
Memfokuskan pada
perilaku binatang. Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara perilaku
manusia dan perilaku binatang. Kita dapat belajar banyak tentang perilaku kita
sendiri dari studi tentang apa yang dilakukan binatang.
Menurut penganut aliran ini perilaku selalu dimulai dengan
adanya rangsangan yaitu berupa stimulus dan diikuti oleh suatu reaksi beupa
respons terhadap rangsangan itu. Salah satu penganut watson yang sangat besar
masukannya untuk perkembangan behaviorisme adalah B.F. Skinner. Aliran ini
memandang manusia seperti mesin yang dapat dikendalikan perilakunya lewat suatu
pengkondisian. Ini menganggap manusia yang meberikan respon positif yang
berasal dari luar. Dalam aliran ini manusia di anggap tidak memiliki sikap diri
sendiri.
Jadi menurut Behaviorisme manusia dianggap memberikan respons secara pasif
terhadap stimulus-stimulus dari luar. Kepribadian manusia sebagai suatu sistem
yang bertingkah laku menurut cara yang sesuai peraturannya dan menganggap
manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.
Kepribadian yang sehat menurut behavioristik:
1. Memberikan respon terhadap faktor dari luar seperti
orang lain dan lingkungannya
2. Bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi
oleh pengalaman
3. Sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia
tidak memiliki sikap dengan bawaan sendiri.
4. Menekankan pada tingkah laku yang dapat diamati dan
menggunakan metode yang obyektif
C. Kepribadian Sehat Menurut
Aliran Humanistik
Aliran ini berkembang pada
tahun 1950. Humanistik merasa tidak puas dengan behaviori maupun dengan aliran
psikoanalisis. Aliran humanistik ini mengarahkan perhatiannya pada humanisasi
yang menekankan keunikan manusia. Psikologi Humanistik manusia adalah makhluk
kreatif,yang di kendalikan oleh nilai-nilai dan pada pilihan-pilihan sendiri
bukan pada kekuatan-kekuatan ketidaksadaran.
Kepribadian yang sehat menurut humanistik,
perilaku yang mengarah pada aktualisasi diri:
1) Menjalani hidup seperti seorang anak,
dengan penyerapan dan konsentrasi sepenuhnya.
2) Mencoba hal-hal baru ketimbang bertahan
pada cara-cara yang aman dan tidak berbahaya.
3) Lebih memperhatikan perasaan diri dalam
mengevaluasi pengalaman ketimbang suara tradisi, otoritas, atau
mayoritas.
4) Jujur ; menghindari kepura-puraan dalam
“bersandiwara”.
5) Siap menjadi orang yang tidak popular
bila mempunyai pandangan sebagian besar orang.
6) Memikul tanggung jawab.
7) Bekerja keras untuk apa saja yang ingin
dilakukan.
8) Mencoba mengidentifikasi pertahanan diri
dan memiliki keberanian untuk menghentikannya.
D. Pendapat Allport
Secara umum teori Allport memberi definisi yang positif
terhadap manusia.
“Kepribadian manusia menurut Allport adalah organisasi yang
dinamis dari system psikofisik dalam individu yang turut menentukan
cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya”
Dalam teori Allport juga memandang bahwa kesehatan
psikologis adalah melihat ke depan, tidak melihat ke belakang, dapat dikatakan
bahwa seluruh teori yang dikemukakan oleh Allport ini sangat bertentangan
dengan teori-teori yang dikemukakan oleh Freud.
Ciri-Ciri Kepribadian yang Matang Menurut Allport :
Menurut Allport, faktor utama tingkah lalu orang dewasa
yang matang adalah sifat-sifat yang terorganisir dan selaras yang mendorong dan
membimbing tingkah laku menurut prinsip otonomi fungsional.
Kualitas Kepribadian yang matang menurut allport sebagai
berikut:
1. Ekstensi
sense of self
· Kemampuan berpartisipasi dan menikmati kegiatan dalam
jangkauan yang luas.
· Kemampuan diri dan minat-minatnya dengan orang lain
beserta minat mereka.
· Kemampuan merencanakan masa depan (harapan dan rencana).
2. Hubungan hangat/akrab dengan orang lain
Kapasitas intimacy (hubungan kasih dengan keluarga dan
teman) dan compassion (pengungkapan hubungan yang penuh hormat dan menghargai
dengan setiap orang).
3. Penerimaan diri
Kemampuan untuk mengatasi reaksi berlebih hal-hal yang
menyinggung dorongan khusus (misal: mengolah dorongan seks) dan menghadapi rasa
frustasi, kontrol diri, presan proporsional.
4. Pandangan-pandangan realistis, keahlian dan
penugasan
Kemampuan memandang orang lain, objek, dan situasi.
Kapasitas dan minat dalam penyelesaian masalah, memiliki keahlian dalam
penyelesain tugas yang dipilih, mengatasi pelbagai persoalan tanpa panik,
mengasihani diri, atau tingkah laku lain yang merusak.
5. Objektifikasi diri: insight dan humor
Kemampuan diri untuk objektif dan memahami tentang diri dan
orang lain. Humor tidak sekedar menikmati dan tertawa tapi juga mampu
menghubungkan secara positif pada saat yang sama pada keganjilan dan absurditas
diri dan orang lain.
6. Filsafat Hidup
Ada latar belakang yang mendasari semua yang dikerjakannya
yang memberikan tujuan dan arti. Contohnya lewat agama.
Untuk memahami orang dewasa kita membutuhkan gambaran
tujuan dan aspirasinya. Tidak semua orang dewasa memiliki kedewasaan yang
matang. Bisa saja seseorang melakukan sesuatu hal tanpa tahu apa yang ia lakukan.
Peranan Positif Regards
Dalam hidupnya, manusia selalu mempunyai perasaan dan
kebutuhan untuk dicintai, disukai dan diterima oleh orang lain.dan oleh karena
itu self akan berkembang secara utuh-keseluruhan, menyentuh semua bagian-bagian
jika tercapai.
Ciri Orang yang Berfungsi Sepenuhnya:
1) Keterbukaan
terhadap pengalaman (openness to experience)
Adalah salah satu dari lima wilayah utama kepribadian yang
ditemukan oleh para psikolog. Keterbukaan aktif melibatkan imajinasi, estetika
sensitivitas, perhatian terhadap perasaan batin, preferensi untuk berbagai, dan
keingintahuan intelektual. Sebagian besar psikometrik penelitian telah
menunjukkan bahwa kualitas ini secara statistik berkorelasi.
2) Hidup
menjadi (existential living)
Sebagian didasarkan pada eksistensial keyakinan bahwa
manusia sendirian di dunia.
3) Keyakinan organismik (organismic trusting)
Mempercayai seseorang pikiran dan perasaan sebagai akurat.
Lakukan apa yang datang secara alami.
4) Pengalaman kebebasan (experiental freedom)
Untuk mengakui kebebasan seseorang dan bertanggung jawab
atas tindakan sendiri.
5) Kreativitas (creativity)
Full partisipasi di dunia, termasuk memberikan kontribusi
bagi kehidupan orang lain
Perkembangan Kepribadian
Allport melihat bahwa anak yang baru lahir sebagai seorang
ciptaan keturunan, hanya memiliki dorongan primitif, dan tingkah laku reflek
,tidak memiliki kepribadian tapi memiliki potensi yang akan terpenuhi atau
terbentuk pada saat pertumbahan dan pematangannya. Dalam Perkembangan Proprium Allport
membagi dalam beberapa tahap sebagai berikut:
1) 0-3 tahun :
Pembanguanan keadaran diri : sense of bodily self (enak
tidak enak), perasaan identitas diri berkelanjutan kesadaran sebagai subjek
yang berkembang. Dalam hal ini bahasa menjadi faktor yang penting.
2) 4-6 tahun:
Perluasan diri dan gambaran diri. Dalam perluasan diri,
perasaan keterhubungan dengan orang-orang dan hal-hal yang penting dalam
lingkungannya. Relasi anak dan lingkungan tempat dia tumbuh terhubung sangat
penting.
3) 6-12 tahun:
Kesadaran diri. Pengenalan kemampunan diri mengatasi
persoalan-persoalan dengan alasan dan gagasan karena anak bergerak dari
lingkungan keluarga ke masyarakat.
4) Remaja
Propriate striving, pembanguanan tujuan dan rencana ke
depan: intensi-intensi, long-range purposes,distant goals.Persoalan utama
berkaitan dengan identitas, ”apakah saya seorang anak atau dewasa.
5) Kedewasaan
Menurut Allport, faktor utama tingkah lalu orang dewasa
yang matang adalah sifat-sifat yang terorganisir dan selaras yang mendorong dan
membimbing tingkahlaku menurut prinsip otonomi fungsional.
Beberapa catatan mengenai Teori Allport
Kekurangan Allport pada persamaan formal sehingga tidak
memadai untuk banyak penelitian, gagal menunjukkan konsep pokok yaitu fungsi otonomi,
mengasumsikan adanya diskontinuitas antara hewan-manusia, masa kanak-kanak dan
dewasa, normal dan abnormal,menekankan keunikan kepribadian, memberikan
perhatian yang terlalu sedikit pada pengaruh sosial, dan faktor situasioanal,
serta menggambarkan manusia pada gambaran terlalu positif.
E. Pendapat Rogers
Pendapat Rogers : memahami dan menjelaskan teori
kepribadian sehat menurut Rogers, yang meliputi:
1. Perkembangan kepribadian atau “self” Menurut Rogers,
pribadi yang sehat muncul dari aktualisasi diri seseorang dalam kehidupannya.
Pengalaman - pengalaman yang telah terjadi memotivasi diri untuk menjadi
pribadi yang lebih sehat dari sebelumnya. Perkembangan aktualisasis diri
berubah sejalan dengan semakin bertambahnya umur sebagai akibat dari
perkembangan biologik dan belajar. Konsep self menggambarkan konsepsi mengenai
dirinya sendiri, ciri-ciri yang dianggapnya menjadi bagian dari dirinya.
2. Peranan positive regard dalam pembentukan kepribadian
individu Kebutuhan tersebut disebut “need for positive regard” Kebutuhan
tersebut dibagi menjadi dua, yaitu :
A. Conditional Positive Regard (Bersyarat),
B. Unconditional Positive Regard (Tak Bersyarat).
Contohnya: seorang atlet cilik yang ingin selalu
diperhatikan oleh orangtunya dan pelatihnya dan selalu ingin dipuji akan
prestasinya yang selama ini ia gapai. 3. Ciri-ciri orang yang berfungsi
sepenuhnya Pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami
pengharagaan positif tak bersyarat. Karena ini penting, dihargai, diterima,
disayangi, dicintai sebagai seseorang yang berarti tentu akan menerima dengan
penuh kepercayaan.
F. Pendapat Maslow
"Individu sebagai Kesatuan Terpadu" begitulah
menurut Abraham Maslow
Sebelum menguraikan teori tentang Hirarki Kebutuhan, Maslow
dalam karya masyhurnya, Motivation and Personality, memaparkan terlebih dahulu
sejumlah proposisi yang harus diperhatikan sebelum seseorang menyusun sebuah
teori motivasi yang sehat. Maslow pertama-tama menekankan bahwa individu
merupakan kesatuan yang terpadu dan terorganisasi. Pernyataan ini hampir
menjadi aksioma yang diterima oleh semua orang, yang kemudian sering dilupakan
dan diabaikan tatkala seseorang melakukan penelitian. Penting sekali untuk
selalu disadarkan kembali hal ini sebelum seseorang melakukan eksperimen atau
menyusun suatu teori motivasi yang sehat
Hirarki Kebutuhan
Maslow mengembangkan teori tentang bagaimana semua motivasi
saling berkaitan. Ia menyebut teorinya sebagai “hirarki kebutuhan”. Kebutuhan
ini mempunyai tingkat yang berbeda-beda. Ketika satu tingkat kebutuhan
terpenuhi atau mendominasi, orang tidak lagi mendapat motivasi dari kebutuhan
tersebut. Selanjutnya orang akan berusaha memenuhi kebutuhan tingkat berikutnya.
Maslow membagi tingkat kebutuhan manusia menjadi sebagai
berikut:
1. Kebutuhan fisiologis: Kebutuhan fisiologis adalah
kebutuhan manusia yang paling mendasar untuk mempertahankan hidupnya secara
fisik, yaitu kebutuhan akan makanan, minuman, tempat tinggal, seks, tidur,
istirahat, dan udara. Seseorang yang mengalami kekurangan makanan, harga diri,
dan cinta, pertama-tama akan mencari makanan terlebih dahulu. Bagi orang yang
berada dalam keadaan lapar berat dan membahayakan, tak ada minat lain kecuali
makanan. Bagi masyarakat sejahtera jenis-jenis kebutuhan ini umumnya telah
terpenuhi. Ketika kebutuhan dasar ini terpuaskan, dengan segera
kebutuhan-kebutuhan lain (yang lebih tinggi tingkatnya) akan muncul dan
mendominasi perilaku manusia.
kebutuhan yang dasariah, misalnya rasa lapar, haus, tempat
berteduh, seks, tidur, oksigen, dan kebutuhan jasmani lainnya.
2. Kebutuhan akan rasa aman: Segera setelah kebutuhan
dasariah terpuaskan, muncullah apa yang digambarkan Maslow sebagai kebutuhan
akan rasa aman atau keselamatan. Kebutuhan ini menampilkan diri dalam kategori
kebutuhan akan kemantapan, perlindungan, kebebasan dari rasa takut, cemas dan
kekalutan; kebutuhan akan struktur, ketertiban, hukum, batas-batas, dan
sebagainya. mencakup antara lain keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian
fisik dan emosional.
3. Kebutuhan sosial: Setelah terpuaskan kebutuhan akan
rasa aman, maka kebutuhan sosial yang mencakup kebutuhan akan rasa
memiliki-dimiliki, saling percaya, cinta, dan kasih sayang akan menjadi
motivator penting bagi perilaku. Pada tingkat kebutuhan ini, dan belum pernah
sebelumnya, orang akan sangat merasakan tiadanya sahabat, kekasih, isteri,
suami, atau anak-anak. Ia haus akan relasi yang penuh arti dan penuh kasih
dengan orang lain pada umumnya. Ia membutuhkan terutama tempat (peranan) di
tengah kelompok atau lingkungannya, dan akan berusaha keras untuk mencapai dan
mempertahankannya. mencakup kebutuhan akan rasa memiliki dan dimiliki, kasih
sayang, diterima-baik, dan persahabatan.
4. Kebutuhan akan penghargaan: Menurut Maslow, semua
orang dalam masyarakat (kecuali beberapa kasus yang patologis) mempunyai
kebutuhan atau menginginkan penilaian terhadap dirinya yang mantap, mempunyai
dasar yang kuat, dan biasanya bermutu tinggi, akan rasa hormat diri atau harga
diri. Karenanya, Maslow membedakan kebutuhan ini menjadi kebutuhan akan
penghargaan secara internal dan eksternal.
Yang pertama (internal) mencakup kebutuhan akan harga diri,
kepercayaan diri, kompetensi, penguasaan, kecukupan, prestasi,
ketidaktergantungan, dan kebebasan (kemerdekaan). Yang kedua (eksternal)
menyangkut penghargaan dari orang lain, prestise, pengakuan, penerimaan,
ketenaran, martabat, perhatian, kedudukan, apresiasi atau nama baik. Orang yang
memiliki cukup harga diri akan lebih percaya diri. Dengan demikian ia akan
lebih berpotensi dan produktif. mencakup faktor penghormatan internal seperti
harga diri, otonomi, dan prestasi; serta faktor eksternal seperti status,
pengakuan, dan perhatian.
5. Kebutuhan akan aktualisasi diri: mencakup hasrat untuk
makin menjadi diri sepenuh kemampuannya sendiri, menjadi apa saja menurut
kemampuannya.
Maslow menyebut teori Hirarki Kebutuhan-nya sendiri sebagai
sintesis atau perpaduan teori yang holistik dinamis. Disebut demikian karena
Maslow mendasarkan teorinya dengan mengikuti tradisi fungsional James dan
Dewey, yang dipadu dengan unsur-unsur kepercayaan Wertheimer, Goldstein, dan
psikologi Gestalt, dan dengan dinamisme Freud, Fromm, Horney, Reich, Jung, dan
Adler.
G. Pendapat Fromm
Teori Eric Fromm adalah teori yang menggunakan pendekatan
sosial psikologis dimana pemusatan perhatianya pada penguraian cara-cara dimana
struktur dan dinamika-dinamika masyarakat tertentu membentuk para anggotanya
sehingga karakter para anggota tersebut sesuai dengan nilai yang ada pada
masyarakat.
Kebutuhan dasar manusia menurut Eric Fromm:
a. Kebutuhan akan keberhubungan kebutuhan ini adalah secara
spesifik aktif dan produktif mencintai orang lain
b. Kebutuhan akan trandensi mengungguli alam menjadi mahluk
yang kreatif
c. Kebutuhan akan kemantapan ingin meiliki rasa bersahaja
pada dunia dan orang lain supaya dapat beradaptasi di dunia
d. Kebutuhan
akan idenditas brusaha untuk memiliki rasa idenditas personal dan keunikan guna
menciptakan rasa yang terlepas dari dunia
e. Kebutuhan akan kerangka orientasi untukmencptakan rasa
yang terlepas dari dunia
Hal kebutuhan tersebut adalah sifat alamiah dari manusia
menurut Fromm dan ini berubah saat evolusi namun manivestasi dari kebutuhan ini
adalah akan memunculkan potensi-potensi batiniah di tentukan oleh aturan-aturan
sosial di mana ia hidup dan kepribadian seseorang berkembang menurut
kesempatan-kesempatan yang di berikan kepadanya oleh masyarakat tertentu.
Sehingga kepribadian sehat menurut Eric Fromm adalah
penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat merupakan kompromi antara
kebutuhan-kebutuahn batin dan tuntutan dari luar dan seseorang menerapkan
kerakter sosial untuk memenuhi harapan masyarakat kepribadian sehat juga adanya
keinginan untuk mencintai dan di cintai dalam bukunya Art Of Love Erik Fromm
mengutarakan :
Dalam Civilization and Its Discontents (1930), seperti
dikutip oleh Eric Fromm dalam Masyarakat yang Sehat (Terjemahan Thomas Bambang
Murtianto, 1995) ia menulis:
"Manusia, setelah menemukan lewat pengalamannya bahwa
cinta seksual (genital) memberinya kepuasan puncak, maka makna cinta
seksual-genital menjadi prototipe bagi semua bentuk kebahagiaan manusia.
Karenanya manusia terdorong mencari kebahagiaan yang ada kaitannya dengan
hubungan seks, menempatkan erotisme genital sebagai titik pusat kehidupannya.
Dengan melakukan itu manusia menjadi sangat tergantung pada dunia luar, pada
obyek cinta pilihannya, atau sungguh merasa kehilangan bila ditinggal mati atau
ditinggal kabur."
Di mata Fromm, Freud memostulatkan, orang yang mencinta
mengalami dirinya terlanda oleh dambaan dan rasa kekurangan, sehingga harga
dirinya direndahkan. Sebaliknya, orang yang dicinta, karena dibalas cintanya
dan memiliki obyek cinta, harga dirinya naik. Mencinta membuat Anda lemah. Yang
membuat Anda bahagia ialah bila Anda dicinta.
Sumber :
https://edywarsanpunya.wordpress.com/tentang-aku/teori-kepribadian-sehat/
Sarwono, Sarlito W. (2010). Pengantar psikologi umum.
Jakarta:Rajawali Pers.
Schultz, Duane. (2011). psikologi pertumbuhan:model-model
kepribadian sehat.Yogyakarta:Kanisius
Puspitawati, I. Dwi Riyanti, Hendro Prabowo.(1996). Seri
Diktat Kuliah Psikologi Umum I. Jakarta. Gunadarma.
Riyanti, Dwi B.P., Prabowo, Hendro. (1998). Seri diktat
kuliah psikologi umum 2. Depok: Universitas Gunadarma.